Our Story.
Share anything about our laboratorium

Mengenal Augmented Reality


Sumber : www.edu.fi.com

Pernahkah Anda memainkan PokemonGo? Bagaimana bisa Pokemon terlihat nyata di layar smartphone Anda? Inilah teknologi yang disebut dengan Augmented Reality.
Augmented Reality atau yang dikenal dengan AR merupakan sebuah teknologi yang menggabungkan benda-benda nyata dan maya di lingkungan nyata, berjalan secara interaktif dalam waktu nyata, dan terdapat integrasi antar benda dalam tiga dimensi, yaitu benda maya terintegrasi dalam dunia nyata.  (Azuma, 1997)
Sejarah tentang AR dimulai dari tahun 1957-1962, ketika seorang penemu yang bernama Morton Heilig, seorang sinematografer, menciptakan dan mematenkan  sebuah simulator yang disebut Sensorama dengan visual, getaran dan bau. Hingga pada tahun 1990 AR dikembangkan untuk melakukan perbaikan pesawat Boeing. Pada tahun 1992, LB Rosenberg mengembangkan salah satu fungsi sistem AR yang disebut Virtual Fixtures digunakan di Angkatan Udara AS Armstrong Labs, dan menunjukan manfaatnya pada manusia. Pada tahun yang sama Steven Feiner, Blair Maclntyre dan DorĂ©e Seligmann, memperkenalkan untuk pertama kalinya Major Paper untuk perkembangan Prototype AR. (Arindo, 2019)
Pada tahun 1999, Hirokazu Kato mengembangkan ArToolkit di HITLab dan didemonstrasikan di SIGGRAPH, pada tahun 2000 Bruce.H.Thomas mengembangkan ARQuake, sebuah Mobile Game AR yang ditunjukan di International Symposium on Wearable Computers. Tahun 2008, Wikitude AR Travel Guide memperkenalkan Android G1 Telephone yang berteknologi AR, tahun 2009 Saqoosha memperkenalkan FLARToolkit yang merupakan perkembangan dari ArToolkit. FLARToolkit memungkinkan kita memasang teknologi AR di sebuah website, karena output yang dihasilkan FLARToolkit berbentuk Flash. Ditahun yang sama, Wikitude Drive meluncurkan sistem navigasi berteknologi AR di Platform Android. Tahun 2010, Acrossair menggunakan teknologi AR pada I-Phone 3GS. (Arindo, 2019)
Perangkat AR membutuhkan alat masukkan (input device) seperti kamera atau webcam, alat keluaran (output device) seperti monitor atau Head Mounted Display (HMD), alat pelacak (tracker) agar benda maya tambahan berupa penanda (marker) yang dihasilkan berjalan secara real-time dan interaktif walaupun benda nyata yang menjadi induknya digeser-geser, serta komputer untuk menjalankan program AR. (Arindo, 2019)
Cara kerja AR adalah bekerja berdasarkan deteksi citra, dan citra yang digunakan adalah marker. Kamera yang telah dikalibrasi akan mendeteksi marker yang diberikan, kemudian setelah mengenali dan menandai pola marker, webcam akan melakukan perhitungan apakah marker sesuai dengan database yang dimiliki. Bila tidak, maka informasi marker tidak akan diolah, tetapi bila sesuai maka informasi marker akan digunakan untuk me-render dan menampilkan objek 3D atau animasi yang telah dibuat sebelumnya. (Arindo, 2019)

Sumber : www.augrealitypedia.com
Seperti VR, AR juga dikembangkan dalam berbagai bidang. Seperti bidang kedokteran, entertainment, gaming, militer, engineering design, robotic dan telerobotics, juga consumer design. (Andriyadi, 2010)

References

Andriyadi, A. (2010, October 20). A.R.T. Retrieved from Belajarar.logspot.com: http://belajar-ar.blogspot.com/2010/05/sejarah-augmented-reality_28.html
Arindo, A. (2019, January 24). Augmented Reality Indonesia. Retrieved from Augmentedrealityindonesia.com: https://augmentedrealityindonesia.com/sejarah-teknologi-ar/
Azuma, R. T. (1997). A Survey Of Augmented Reality. Teleoperators and Virtual Environments, 355-385.



labor eldi labor eldi Author

About



Welcome to the website of Digital Electronics Laboratory. The Laboratory is located in the Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Andalas University

Pageview

Followers