PENGUMUMAN
Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakaatuh.
Diberitahukan kepada seluruh praktikan Praktikum Elektronika dan Sistem Digital bahwa praktikum diundur hingga 7 April 2020

Note : Tanggal dapat berubah sewaktu-waktu

Our Story.
Share anything about our laboratorium

SOP Praktikum Sistem Digital 2022

 Standar Operational Prosedur Praktikum Sistem Digital

Laboratorium Elektronika Digital

Fakultas Teknik Universitas Andalas

 

A. Peraturan Umum Praktikum Sistem Digital

1. Praktikan datang 10 menit sebelum jadwal praktikum.

2. Praktikan menggunakan Jas Lab sebelum masuk laboratorium

3. Praktikan wajib memakai sepatu.

4. Praktikan meletakkan tas pada tempat yang ditentukan sebelum melaksanakan praktikum.

5. Praktikan wajib menaati seluruh peraturan yang ada di Laboratorium Elektronika Digital.

6. Apabila Praktikan terlambat maka melapor ke koordinator Praktikum Sistem Digital dan bersedia menerima sanksi yang telah ditentukan.

7. Praktikan wajib memiliki sertifikat vaksin minimal 1 kali, jika tidak memiliki kartu vaksin harus memiliki surat keterangan hasil swab.


B. Bahan yang Wajib Dimiliki Praktikan saat Melakukan Praktikum

Pada saat praktikum, Praktikan wajib membawa hal-hal sebagai berikut :

1. Laptop yang sudah berisi software lengkap (Multisim dan Proteus yang dibutuhkan selama praktikum).

2. Kartu kontrol (Buffalo warna orange ukuran A5), rubrik dan lembar asistensi*. Lembar asistensi dan lembar penilaian digabung sehingga berada didalam satu lembar kertas A4.

3. Modul praktikum beserta jurnal praktikum.*

4. Blog pribadi diisikan ke dalam form yang telah disediakan di website labor.

5. Praktikan membawa HP yang memiliki fitur kamera, kapasitas daya, dan kapasitas memori yang memadai.

*dapat di download di website Laboratorium Elektronika Industri


C. Peraturan Sebelum Praktikum

1. Mengisi pemilihan kondisi modul tugas pendahuluan yang akan dikerjakan untuk keempat modul praktikum yang telah disediakan oleh asisten di website laboratorium.

2. Praktikan wajib membuat rangkaian simulasi di multisim atau proteus setiap tugas pendahuluan yang dipilih pada minggu pertama praktikum.

 


3. Saat asistensi rangkaian, Praktikan telah selesai install software yang digunakan dan paham cara penggunaannya. Jadi yang diasistensikan adalah rangkaian, bukan cara penginstalan.

4. Praktikan melakukan asistensi terhadap rangkaian yang telah dibuat minimal 2 hari sebelum praktikum dimulai kepada asisten yang bersangkutan sesuai dengan tugas pendahuluan yang dipilih untuk modul yang akan dipraktikumkan.

5. Praktikan wajib meng-upload tugas pendahuluan yang telah dikerjakan ke blog pribadi masing-masing sesuai dengan format tugas pendahuluan sebelum melaksanakan praktikum.


D. Peraturan Saat Praktikum

1. Percobaan yang akan dipraktikumkan adalah percobaan yang tersedia di modul praktikum, dimana Praktikan akan melaksanakan minimal 2 percobaan yang ada di modul praktikum dimana yang akan dipilihkan oleh asisten yang mengawas pada modul tersebut.

2. Praktikan wajib memvideokan percobaan yang dilakukan pada setiap modul praktikum dan mengambil data untuk jurnal praktikum.

3. Setiap praktikum akan memakan waktu lebih kurang 30 menit.

4. Sistem penilaian yaitu setiap modul yang dikerjakan.


E. Peraturan Setelah Praktikum

1. Membuat laporan lengkap didalam blog pribadi yang berisi presentasi laporan praktikum untuk seluruh modul sesuai dengan format yang telah disediakan..

2. Dari blog praktikan, bisa di download (*.html, file rangkaian, video simulasi rangkaian(Proteus, Hardware, dan prosedur percobaan).

3. Seluruh ketentuan yang harus ada dalam blog dilengkapi maksimal satu hari

setelah praktikum modul tersebut dilaksanakan.

4. Seluruh kelengkapan laporan, akan dipantau langsung oleh asisten beserta dosen pengampu praktikum.


F. Format Tugas pada Blog :

Laporan akhir dibuat dalam bentuk postingan pada blog praktikan. Blog praktikan yang akan dinilai adalah blog yang terdaftar pada form pengisian blog yang telah disediakan sebelumnya. Laporan akhir terdiri atas sebuah laman yang didalamnya terdapat tiga buah link yang menuju laman lain. Formatnya adalah sebagi berikut :

1. Tujuan (sesuai dengan website Laboratorium).

2. Alat dan bahan (sesuai dengan website Laboratorium).

  

3. Dasar teori (sesuai dengan website Laboratorium).

4. Percobaan.

Percobaan berisi tiga buah link yang akan menuju laman baru. Laman tersebut adalah sebagai berikut :

a. Tugas Pendahuluan.

b. Laporan Akhir I (Percobaan I).

c. Laporan Akhir II (Percobaan II).


 


Gambar 1 Format Tugas pada Blog


Format laman blog untuk tugas pendahuluan adalah sebagai berikut :

1. Kondisi

Kondisi yang dimaksud adalah kondisi yang telah dipilih oleh praktikan.

2. Gambar Rangkaian Simulasi

Gambar yang dimaksud berupa foto tangkap layar atau capture dari rangkaian simulasi yang sesuai dengan kondisi yang telah dipilih.

3. Video Simulasi

Video simulasi merupakan video tangkap layar yang berisi rangkaian yang sesuai dengan kondisi. Video dapat dikatakan lengkap apabila video dimulai dari cara merangkai komponen hingga rangkaian simulasi berjalan dengan benar.

4. Prinsip Kerja Rangkaian.

Rangkaian simulasi harus dijelaskan prinsip kerja rangkaiannya secara jelas dan terperinci.



5. Link Download

Link download tugas pendahuluan terdiri atas tiga buah link terpisah yaitu link download untuk HTML, link download untuk file simulasi rangkaian, dan link download video praktikum.


Format laman blog untuk laporan akhir sama untuk semua percobaan. Format link laporan akhir adalah sebagai berikut :

1. Jurnal

Jurnal yang dimasukkan kedalam blog berupa foto jurnal pada saat praktikum

2. Hardware

Jurnal yang dimasukkan kedalam blog berupa foto jurnal pada saat praktikum

3. Video Praktikum

Video praktikum yang dimasukkan kedalam blog diambil pada saat praktikum

4. Analisa

Analisa yang dimaksud adalah analisa yang telah ditentukan oleh asisten praktikum.

5. Link Download

Link download pada laporan akhir terdiri atas dua buah link terpisah yaitu link download untuk HTML, video praktikum, datasheet, library, 


labor eldi labor eldi Author

File Praktikum Mikroprosesor dan Mikrokontroler 2021

 Assamualaiku wr wb
Diberitahukan kepada seluruh praktikan Mikroprosesor dan Mikrokontroler 2021 agar mendownload dan membaca file dibawah ini

Modul Mikro 2021 >> disini
PPT Responsi Umum >> disini
Prosedur Percobaan >> disini
Surat Izin Menyisip >> disini
Link channel Youtube LEI_TV >> klik 

labor eldi labor eldi Author

Tata Cara Praktikum Online ESD 2020

Assalamualaikum Wr Wb

Kepada seluruh praktikan Praktikum Elektronika dan Sistem Digital 2020, Berikut ini tata cara pelaksanaan  Praktikum Elektronika dan Sistem Digital 2020
Tata Cara Praktikum Online ESD 2020

Terima kasih

Wassalamu'alaikum Wr Wb

Ttd

Koordinator Praktikum ESD
labor eldi labor eldi Author

Bahan Praktikum Elektronika dan Sistem Digital 2020

Assalamualaikum Wr Wb

Berikut soft copy kelengkapan untuk Praktikum Elektronika dan Sistem Digital 2020
Bahan Praktikum ESD 2020
Download file pada Link diatas kemudian di edit sesuai data yang benar. 

NB:
  • Ketentuan ini berlaku untuk jadwal praktikum yang berlangsung dan juga selanjutnya (belum praktikum)
  • Print kartu kontrol pada kertas Bufalo ukuran A5 warna orange.
labor eldi labor eldi Author

Cara Menggunakan Osiloskop dan Signal Generator di ISIS Proteus


Osiloskop adalah instrumen yang berfungsi untuk mengukur besar tegangan listrik dan hubungannya terhadap waktu, mengukur frekuensi sinyal yang berosilasi, mengecek jalannya suatu sinyal pada sebuah rangkaian listrik, membedakan arus AC dengan arus DC, dan mengetahui noise pada sebuah rangkaian listrik . Osiloskop pada ISIS Proteus terdiri dari empat channel, yaitu A (kuning), B (biru), C (merah), dan D (hijau), dapat beroperasi di dua sumbu, yaitu sumbu-x dan sumbu-y, serta level tegangan otomatis untuk setiap channel. 

Gambar 1
Osiloskop

Sedangkan signal generator digunakan untuk menghasilkan sinyal/ gelombang kotak atau sinus. 

Gambar 2
Signal Generator

Osiloskop dan signal generator yang terdapat pada instrumen virtual ISIS Proteus dibuat sesuai dengan standar ProSpice. Berikut ini masing-masing penjelasannya:

Osiloskop
Gambar 3
Simbol Osiloskop pada ISIS

Gambar 4
Tampilan osiloskop pada ISIS

Berikut penjelasannya masing-masing nomornya:
  1. Level, digunakan untuk mengatur posisi di sumbu-x.
  2. AC DC, digunakan untuk mengatur tegangan yang digunakan apakah DC atau AC.
  3. Digunakan untuk mengubah puncak menjadi lembah dan sebaliknya.
  4. Mode operasi pada osiloskop:
    Auto, digunakan untuk menampilkan hasil pengukuran secara otomatis
    One-shot, digunakan untuk menampilkan hasil pengukuran secara one-shot, bentuk sinyal berada dalam posisi diam.
    Cursors, digunakan untuk menampilkan nilai tegangan dan waktu dari sinyal masukan ataupun keluaran.
  5. Source (pada trigger), digunakan untuk menentukan channel yang digunakan sebagai sumber atau masukan.
  6. Source (pada horizontal), digunakan untuk mengatur posisi pada arah horizontal untuk channel tertentu.
  7. Position (pada horizontal), digunakan untuk mengatur posisi sinyal pada arah horizontal.
  8. Timebase, digunakan untuk mengatur periode/ timebase yang besarnya mulai dari 0,5 ┬Ás/div sampai 200 ms/div.
  9. Position (pada channel), digunakan untuk mengatur posisi sinyal pada arah vertikal.
  10. AC/DC/GND/OFF. Digunakan untuk menentukan fungsi dari channel yang digunakan, apakah sinyalnya digunakan untuk mengukur sinyal AC, DC, ground, atau tidak digunakan (off).
  11. Invert, digunakan untuk membalikkan sinyal.
  12. A+B atau C+D, digunakan untuk menggabungkan sinyal dari channel A atau C dengan sinyal B atau D sehingga dihasilkan superposisi gelombang.
  13. Gain channel, digunakan untuk mengatur penguatan yang nilainya mulai dari 2 mV/div sampai 20 V/div.
Signal Generator
Tampilan signal generator pada ISIS Proteus ditunjukkan gambar 5 dan 6.

Gambar 5
Simbol Signal Generator pada ISIS


Gambar 6
Tampilan Signal Generator pada ISIS

Berikut penjelasannya:
  1. Frequency, signal generator memiliki jangkauan frekuensi 0 – 12 MHz dalam 8 range.
  2. Amplitude, signal generator memiliki jangkauan 0 – 12 V dalam 4 range.
  3. Waveform, bentuk gelombang masukan maupun keluaran dapat berupa gelombang persegi, gergaji, segi tiga, ataupun sinus.
  4. Polarity, polaritas yang digunakan dapat berupa unipolar maupun bipolar.

Untuk menggunakan osiloskop dan signal generator, maka langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
  1. Buka ISIS Proteus dan buat dokumen baru.
  2. Klik virtual instruments mode dan pilih signal generator. Drag ke window editing. Lakukan hal yang sama untuk osiloskop.
  3. Hubungkan signal generator dan osiloskop seperti gambar berikut
    Gambar 7
    Rangkaian Osiloskop dan Signal Generator
  4. Simulasikan rangkaian dengan meng-klik tombol play. Atur panel kontrol pada osiloskop dan signal generator supaya diperoleh sinyal yang diinginkan. Kali ini saya gunakan penguatan sebesar 2 V/div dan timebase-nya 1 ms. Atur pula frekuensi dan level tegangan pada signal generator. Kali ini saya gunakan frekuensi 400 Hz dan amplitude 4,7 V. Perhatikan gambar.

    Gambar 8
    Pengaturan Osiloskop

    Gambar 9
    Pengaturan Signal Generator
  5. Untuk mengetahui nilai tegangan dan panjang gelombang, klik Cursor yang terdapat pada kotak trigger dan drag di tempat yang akan diukur.
    Gambar 10
    Hasil Pengukuran
  6. Jika sudah melakukan simulasi klik tombol stop.
labor eldi labor eldi Author

About



Welcome to the website of Industrial Electronics Laboratory. The Laboratory is located in the Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Andalas University

Find Us

Pageview

Followers