PENGUMUMAN
Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakaatuh.
Diharapkan kepada seluruh mahasiswa Teknik Elektro Universitas Andalas yang mengambil matakuliah Praktikum Elektronika dan Sistem Digital untuk wajib hadir dalam Responsi Awal Praktikum Elektronika dan Sistem Digital yang akan dilaksanakan pada :

Selasa, 18 Februari 2020
Pukul 13.00 WIB s/d selesai.
Tempat di RSTA Lt 3, Sebelah Lab LEI

Terimakasih atas perhatiannya.
Wassalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakaatuh.

Ttd

Koordinator Praktikum Elektronika dan Sistem Digital
Our Story.
Share anything about our laboratorium

Bahan Praktikum Elektronika dan Sistem Digital 2020

Assalamualaikum Wr Wb

Berikut soft copy kelengkapan untuk Praktikum Elektronika dan Sistem Digital 2020
Bahan Praktikum ESD 2020
Download file pada Link diatas kemudian di edit sesuai data yang benar. 

NB:
  • Ketentuan ini berlaku untuk jadwal praktikum yang berlangsung dan juga selanjutnya (belum praktikum)
  • Print kartu kontrol pada kertas Bufalo ukuran A5 warna orange.
labor eldi labor eldi Author

Cara Menggunakan Osiloskop dan Signal Generator di ISIS Proteus


Osiloskop adalah instrumen yang berfungsi untuk mengukur besar tegangan listrik dan hubungannya terhadap waktu, mengukur frekuensi sinyal yang berosilasi, mengecek jalannya suatu sinyal pada sebuah rangkaian listrik, membedakan arus AC dengan arus DC, dan mengetahui noise pada sebuah rangkaian listrik . Osiloskop pada ISIS Proteus terdiri dari empat channel, yaitu A (kuning), B (biru), C (merah), dan D (hijau), dapat beroperasi di dua sumbu, yaitu sumbu-x dan sumbu-y, serta level tegangan otomatis untuk setiap channel. 

Gambar 1
Osiloskop

Sedangkan signal generator digunakan untuk menghasilkan sinyal/ gelombang kotak atau sinus. 

Gambar 2
Signal Generator

Osiloskop dan signal generator yang terdapat pada instrumen virtual ISIS Proteus dibuat sesuai dengan standar ProSpice. Berikut ini masing-masing penjelasannya:

Osiloskop
Gambar 3
Simbol Osiloskop pada ISIS

Gambar 4
Tampilan osiloskop pada ISIS

Berikut penjelasannya masing-masing nomornya:
  1. Level, digunakan untuk mengatur posisi di sumbu-x.
  2. AC DC, digunakan untuk mengatur tegangan yang digunakan apakah DC atau AC.
  3. Digunakan untuk mengubah puncak menjadi lembah dan sebaliknya.
  4. Mode operasi pada osiloskop:
    Auto, digunakan untuk menampilkan hasil pengukuran secara otomatis
    One-shot, digunakan untuk menampilkan hasil pengukuran secara one-shot, bentuk sinyal berada dalam posisi diam.
    Cursors, digunakan untuk menampilkan nilai tegangan dan waktu dari sinyal masukan ataupun keluaran.
  5. Source (pada trigger), digunakan untuk menentukan channel yang digunakan sebagai sumber atau masukan.
  6. Source (pada horizontal), digunakan untuk mengatur posisi pada arah horizontal untuk channel tertentu.
  7. Position (pada horizontal), digunakan untuk mengatur posisi sinyal pada arah horizontal.
  8. Timebase, digunakan untuk mengatur periode/ timebase yang besarnya mulai dari 0,5 ┬Ás/div sampai 200 ms/div.
  9. Position (pada channel), digunakan untuk mengatur posisi sinyal pada arah vertikal.
  10. AC/DC/GND/OFF. Digunakan untuk menentukan fungsi dari channel yang digunakan, apakah sinyalnya digunakan untuk mengukur sinyal AC, DC, ground, atau tidak digunakan (off).
  11. Invert, digunakan untuk membalikkan sinyal.
  12. A+B atau C+D, digunakan untuk menggabungkan sinyal dari channel A atau C dengan sinyal B atau D sehingga dihasilkan superposisi gelombang.
  13. Gain channel, digunakan untuk mengatur penguatan yang nilainya mulai dari 2 mV/div sampai 20 V/div.
Signal Generator
Tampilan signal generator pada ISIS Proteus ditunjukkan gambar 5 dan 6.

Gambar 5
Simbol Signal Generator pada ISIS


Gambar 6
Tampilan Signal Generator pada ISIS

Berikut penjelasannya:
  1. Frequency, signal generator memiliki jangkauan frekuensi 0 – 12 MHz dalam 8 range.
  2. Amplitude, signal generator memiliki jangkauan 0 – 12 V dalam 4 range.
  3. Waveform, bentuk gelombang masukan maupun keluaran dapat berupa gelombang persegi, gergaji, segi tiga, ataupun sinus.
  4. Polarity, polaritas yang digunakan dapat berupa unipolar maupun bipolar.

Untuk menggunakan osiloskop dan signal generator, maka langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
  1. Buka ISIS Proteus dan buat dokumen baru.
  2. Klik virtual instruments mode dan pilih signal generator. Drag ke window editing. Lakukan hal yang sama untuk osiloskop.
  3. Hubungkan signal generator dan osiloskop seperti gambar berikut
    Gambar 7
    Rangkaian Osiloskop dan Signal Generator
  4. Simulasikan rangkaian dengan meng-klik tombol play. Atur panel kontrol pada osiloskop dan signal generator supaya diperoleh sinyal yang diinginkan. Kali ini saya gunakan penguatan sebesar 2 V/div dan timebase-nya 1 ms. Atur pula frekuensi dan level tegangan pada signal generator. Kali ini saya gunakan frekuensi 400 Hz dan amplitude 4,7 V. Perhatikan gambar.

    Gambar 8
    Pengaturan Osiloskop

    Gambar 9
    Pengaturan Signal Generator
  5. Untuk mengetahui nilai tegangan dan panjang gelombang, klik Cursor yang terdapat pada kotak trigger dan drag di tempat yang akan diukur.
    Gambar 10
    Hasil Pengukuran
  6. Jika sudah melakukan simulasi klik tombol stop.
labor eldi labor eldi Author

Praktikum Mikro Modul 4

Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakaatuh.
Diharapkan kepada seluruh mahasiswa Teknik Elektro Universitas Andalas yang mengambil matakuliah Praktikum Mikroposessor dan Mikrokontroler 2019 untuk wajib hadir dalam Responsi Modul IV Praktikum Mikroposessor dan Mikrokontroler akan dilaksanakan pada :

Selasa, 5 November 2019
Pukul 12.45 WIB s/d 13.20

Inputkan Judul dan deskripsi project demonstration disini

Response Judul yang telah diinput dapat dilihat disini

Lembar asistensi dapat didownload disini

Rubrik Persentasi modul 4 dapat didownload disini

Terimakasih atas perhatiannya.
Wassalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakaatuh.

Ttd

Koordinator Praktikum up uc
labor eldi labor eldi Author

Bahan Praktikum Mikroprosesor dan Mikrokontroler 2019

Bahan Praktikum Mikroprosesor dan Mikrokontroler 2019  


Berikut soft copy kelengkapan untuk Praktikum Mikroprosesor dan Mikrokontroler 2019  
Link Download
Download file pada Link diatas kemudian di edit sesuai data yang benar. 
Berikut file PPT Responsi Umum 29 Agustus 2019 : Link Download 2
Surat Change Praktikum: Link Download 3
NB:

  • Ketentuan ini berlaku untuk jadwal praktikum yang berlangsung dan juga selanjutnya (belum praktikum)
  • Print kartu kontrol pada kertas Bufalo ukuran A5 warna orange.
labor eldi labor eldi Author

HOLOGRAM TECHNOLOGY


Sumber : Inhabitat.com
Hologram adalah salah satu teknologi masa depan yang diidam-idamkan banyak orang. Pernahkah Anda menonton film Iron Man? Dalam film tersebut banyak adegan yang menampilkan teknologi hologram. Saat ini, teknologi tersebut bukan lagi hanya sebatas mimpi. Lantas, apa itu teknologi hologram dan bagaimana cara kerjanya?

Apa itu hologram?
Sebelum mengenal hologram, kita harus lebih dulu mengetahui tentang holografi. Holografi adalah teknik yang memungkinkan cahaya dari suatu benda yang tersebar direkam dan kemudian direkonstruksi sehingga objek seolah-olah berada pada posisi yang relatif sama dengan media rekaman yang direkam. Gambar berubah sesuai dengan posisi dan orientasi dari perubahan sistem pandangan dalam cara yang sama seperti saat objek itu masih ada, sehingga gambar yang direkam akan muncul secara tiga dimensi (3D) yang biasa disebut dengan hologram. Teknologi perekaman citra tiga dimensi ini menggunakan sinar murni (seperti laser). Setelah pemrosesan, penampakan benda akan terlihat berbeda-beda dari berbagai sudut (Dorling, 1997).
Hologram adalah produk dari teknologi holografi. Hologram terbentuk dari perpaduan dua sinar cahaya yang koheren dan dalam bentuk mikroskopik yang bertindak sebagai gudang informasi optik. Informasi-informasi optik itu kemudian akan membentuk suatu gambar, pemandangan, atau adegan (Dorling, 1997).


Sejarah singkat hologram
Berikut merupakan sejarah singkat dari teknologi hologram.
                                                                                           Sumber : Penulis



Cara Kerja Hologram
Secara umum, hologram merupakan sebuah proses penampilan gambar akibat terbentuknya pola pencampuran sinar ketika dua sinar laser bertumbuk pada satu permukaan holograf. Salah satu dari sinar tersebut dinamakan Reference Beam yaitu sinar yang tidak memantul pada objek, sedangkan sinar yang lain disebut Object Beam karena memantul dan mengenai objek (Husaini, 2015).

Kelebihan hologram
Kelebihan hologram ialah  mampu menyimpan informasi, yang di dalamnya memuat objek-objek tiga dimensi (3D). Tidak hanya objek-objek yang biasa terdapat di foto atau gambar pada umumnya. Hal itu disebabkan prinsip kerja hologram tidak sesederhana lensa fotografi. Hologram menggunakan prinsip-prinsip difraksi dan interferensi, yang merupakan bagian dari fenomena gelombang. (Mirabito & Morgenstern, 2004).
Dampak positif dan negatif hologram
            Salah satu dampak positif dari hologram ialah menghasilkan objek 3D, sehingga pengguna bisa melihat objek tersebut secara langsung tanpa harus membayangkannya. Hanya saja, hologram juga memungkinkan terjadinya penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dalam kebocoran informasi yang disimpan oleh hologram tersebut (Husaini, 2015).

References

Dorling, K. (1997). cahaya laser. Jendela IPTEK Cahaya, 56.
Husaini, A. N. (2015, November 8). Insinyoer.com. Retrieved from Insinyoer.com: http://www.insinyoer.com/prinsip-kerja-hologram/

Mirabito, M., & Morgenstern, B. (2004). New Communication Technology: Applications, Policy, and Impact, Fifth Edition. United Kingdom: Focal Press. (MM).
labor eldi labor eldi Author

About



Welcome to the website of Industrial Electronics Laboratory. The Laboratory is located in the Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Andalas University

Pageview

Followers