Our Story.
Share anything about our laboratorium

Etika Artificial Intelligence


Pada artikel sebelumnya kita telah membahas mengenai apa itu AI, sejarah singkat AI, cara AI bekerja dan jenisnya, serta pendapat para ahli bagaimana masa depan AI yang menimbulkan banyak pertanyaan. Salah satunya, bagaimana cara kita mengembangkan sebuah kecerdasan buatan tanpa kehilangan kendali atas kecerdasan tersebut?
Permasalahan tentang cara mengembangkan sebuah kecerdasan buatan tanpa kehilangan kendali berhubungan dengan etika terhadap AI. Etika AI atau etika komputer adalah seperangkat asas atau nilai yang berkenaan dengan penggunaan komputer ataupun teknologi AI. (Arighi, 2013). Hingga, saat ini belum ada kesepakatan bersama mengenai kode etik AI. Biasannya perusahaan-perusahaan yang mengembangkan sistem berteknologi AI mempunyai prinsip tersendiri. Sehingga AI yang diciptakannya tidak menimbulkan permasalahan di masyarakat. Salah satu perusahaan yang mengembangkan teknologi AI adalah Microsoft Corporation.
Menurut pihak Microsoft, semua pihak harus membangun landasan kepercayaan yang kuat. Pengguna tidak akan menggunakan solusi dari teknologi kecerdasan buatan jika tidak percaya bahwa solusi tersebut memenuhi standar keamanan, privasi, dan keselamatan. (Noviyanti, 2018).
Microsoft telah menyusun 6 prinsip dalam pengembangan dan penyebaran solusi yang didukung oleh AI :

1. Privasi dan keamanan
   Sistem AI harus mematuhi undang-undang privasi yang mengatur pengumpulan, penggunaan dan penyimpanan data, dan memastikan bahwa informasi pribadi yang digunakan sesuai dengan standar.

2. Transparansi
  Karena AI semakin memengaruhi kehidupan setiap orang, kita harus memberikan informasi kontekstual tentang bagaimana sistem AI beroperasi sehingga masyarakat dapat memahami bagaimana keputusan dibuat dan lebih mudah dalam mengidentifikasi potensi bias, kesalahan, dan hasil yang tidak diinginkan.

3. Keadilan
   Ketika sistem AI membuat keputusan tentang perawatan medis atau pekerjaan, misalnya, mereka harus membuat rekomendasi yang sama untuk semua orang dengan gejala atau kualifikasi serupa

4. Keandalan
   Sistem AI harus dirancang untuk dapat beroperasi dengan jelas dan menjalani pengujian yang ketat untuk memastikan bahwa mereka merespon dengan aman dalam situasi yang tidak terduga, dan tidak berevolusi dengan cara yang tidak sesuai dengan ekspektasi.

5. Inklusivitas
  Solusi AI harus dapat mengatasi berbagai kebutuhan dan pengalaman manusia melalui praktik desain yang inklusif dalam mengantisipasi hambatan potensial dalam produk atau lingkungan yang dapat secara tidak sengaja mengucilkan seseorang.

6. Akuntabilitas
  Orang yang mendesain dan memasang sistem AI harus bertanggung jawab bagaimana sistem mereka beroperasi. Norma akuntabilitas untuk AI harus memanfaatkan pengalaman dan praktik dari sektor lain. (Noviyanti, 2018)

Etika AI sangat diperlukan dalam perkembangan kecerdasan buatan, agar permasalahan tentang kecerdasan tanpa kendali tidak benar-benar terjadi dan dapat menghilangkan kecemasan manusia tentang teknologi AI dimasa yang akan datang. Pada akhirnya, prospek AI dengan kecerdasan dan kemampuan manusia super memberi kita tantangan yang luar biasa untuk menyatakan suatu algoritma yang menghasilkan superethical behavior. (Bostrom & Yudkowsky, 2008).
References
Arighi. (2013, January 2). blogspot. Retrieved from blogspot: http://arighi45.blogspot.com/
Bostrom, N., & Yudkowsky, E. (2008). The Ethics Of Artificial Intelligence. New York: Cambridge University Press.
Noviyanti, D. A. (2018, April 23). Microsoft Indonesia News Center. Retrieved from News Microsoft: https://news.microsoft.com/id-id/2018/04/23/etika-jadi-bagian-terpenting-dalam-teknologi-kecerdasan-buatan-ai/

labor eldi labor eldi Author

About



Welcome to the website of Digital Electronics Laboratory. The Laboratory is located in the Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Andalas University

Pageview

Followers